Selasa, 09 Juni 2009

TODAY IS A GOOD DAY TO DIE



Jadi ceritanya pas nonton TV ada berita Band Metal.. trus salah satu fans teriak..
“ TODAY IS A GOOD DAY TO DIEEE.. “

Pertama sih saya ketawa.. ya liat anak Metal dengan kepala diangguk–angguk gitu loh.. Tapi trus lama kelamaan saya sadar bahwa mungkin bagi mereka memang hal tersebut yang dirasakan. Artinya mungkin mereka sudah bosen untuk hidup, jadi mending cari suasana lain. Perkara kalo mati enak apa enggak sih, dipikir nanti aja hehehe.

Nah pertanyaannya apa iya “Hari Ini Adalah Hari Yang Baik Untuk Mati??”
(eh terjemahannya bener khan??)

Lha yang dimaksud hari yang baik untuk mati itu apaan sih??
Apa hari minggu ato hari jumat??
Apa enaknya setelah hari raya lebaran saja..

Kalo versi saya sih
1. Dikelilingi oleh istri/suami, anak-anak, saudara dan jangan lupa seorang ustad untuk berdoa.
2. Sudah tidak punya utang. Lha ini yang susah. Wong saya masih ngangsur sepedamotor dan utang koperasi je..
3. Semua masalah baik dikantor maupun dirumah sudah diselesaikan. Kayaknya bisa sih
4. Sudah punya sangu yang cukup untuk di akherat. Ini yang teramat berat. Lha sangu saya masih sedikit. Gimana pas kalo ditanya di sana … wah bakalan gak bisa njawab nih.

Sebenarnya sih setiap manusia pasti mati. Masalah hari yang bagus atau hari yang tidak bagus tidak berpengaruh sama sekali. Lha kematian itu tidak pilih pilih je.. mau sekarang mau besok gak ada yang tau kapan terjadinya. Apalagi mau mencari hari yang bagus memangnya mau kawinan?? :)

Apakah kita sudah siap untuk mati?
Maksudnya sudah siap sih bukan untuk orang orang yang kita tinggal tapi KITA . Lah soalnya gak ada orang yang bisa ditanya masalah pengalamannya dalam menjalani mati, kecuali mati suri. Mati suri mah beda. Kan sebentar saja gak lama, jadi rasanya gak valid dan belum terpercaya.

Trus apa saya sudah siap untuk mati ???
Wah.. asli belum. Yah… Kan masih punya utang dan ibadah serta amal masih belum banyak. Belum cukup untuk dibuat sangu. Hehehe.

Lha kalo diambil nyawanya gimana??
Ya nggak gimana gimana ..
Wong kalo mati itu sudah gak bisa ngapa ngapain lagi kok. Paling istri dan saudara yang sedih. Harus mbayar utang hihihi..

Masalahnya adalah apakah kita percaya dengan berita bahwa nanti setelah meninggal, kita akan mengahadapi pengadilan, dimana dosa dan pahala kita ditimbang. Kalo dosanya lebih besar dari pahalanya maka kita akan dimasukkan neraka dan disiksa selama-lamanya, mungkin ratusan juta tahun (bayangin.. lamaaaaaaa sekali)..

Umpamanya sodara-sodara gak percaya. Trus mati. Nah masalahnya, ya kalo berita itu salah. Kalo berita itu benar?? Sodara-sodara mau disiksa selama-lamanya?? Bayangin dimasukkan api yang panas selama sejuta tahun… wahhh. Ngeri.

Intinya coba bayangin sodara mau berjalan menuju suatu kota. Nah sodara tidak tau dijalan itu kondisinya seperti apa. Trus ada orang yang memberitahu sodara, bahwa jalan kekota tersebut melewati gurun dan hutan dimana tidak ada orang jualan. Nah orang tersebut memberi info supaya sodara menyiapkan bekal makanan dan minuman sebanyak banyaknya supaya gak kelaparan dan kehausan. Apa yang akan sodara lakukan. Percaya omongan orang tersebut dengan konskwensi bawaan jadi banyak dan berat, atau tidak percaya dengan konskwesi kelaparan dan kehausan dijalan??? Sebagai orang punya akal pasti sodara berpikir bahwa lebih sedikit resiko yang ditanggung dengan percaya kepada info tersebut daripada tidak percaya.

Nah sama analoginya sama dengan mati sodara. Ganti kata-kata “jalan menuju kota” menjadi akherat trus “omongan orang” tersebut dengan Agama. Percaya silakan gak percaya ya siap siap kalo informasi tersebut benar. Berhubung saya takut kena siksa dineraka selama-lamanya maka saya memilih percaya. Kalo bisa masuk surga itu Bonus.

Pelajarannya adalah apakah menurut sodara hari ini adalah hari yang bagus untuk mati??

(Today Is A Good To Die adalah salah satu lagu dari grup band Manowar)

3 komentar:

  1. hihihi hari baik untuk mati

    mungkin krn berada dalam kondisi trans, kondisi yang membuat kita senang/bahagia, sehingga mau mati saat ini pun gpp gitu.
    Dengan asumsi bahwa kalau mati, kita akan terus merasa bahagia yang sedang kita kecap sebelum mati.

    Kalau lagi susah, trus mati, kok kayaknya nanti setelah mati juga akan ketemu yang susah-susah...

    ya memang betul sih tidak ada hari bagus atau tidak untuk mati. Ya kalo Tuhan panggil, kita harus nurut kan? Tuhan tidak berpikir dengan kalender manusia sih.

    EM

    BalasHapus
  2. Blogwalking dari mbak EM nich,

    Aiiih... pertanyaaannya bikin deg2an :)
    Namun kematian datang seperti pencuri, tidak tahu kapan datangnya.

    Semoga harapan bapak tercapai :)

    BalasHapus
  3. serem ah kl ngomongin kematian

    BalasHapus